Indonesia gampang diprovokasi! Kasus
pembakaran pria di Bekasi membuka mata kita semua betapa bahayanya provokasi.
Provokasi bisa merugikan banyak pihak
A. Apa Itu Provokasi
Menurut
kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) Provokasi adalah sebuah perbuatan untuk
membangkitkan kemarahan,tindakan menghasut dan pancingan yang akan mengundang
pertumpahan darah.
Nah,
orang yang melakukan aksi provokasi biasanya disebut provokator. Sebagai warga
negara yang baik, harusnya kita bisa pintar terutama menghindari aksi provokasi
dalam segala hal.
B.
Kenapa
Kita Disebut Bangsa Sumbu Pendek?
Istilah
sumbu pendek muncul saat Pilkada DKI 2017 lalu. Masih inget kan? Nah,
sebenarnya istilah ini adalah sebuah cap atau bentuk mendiskreditkan seseorang.
Indonesia
adalah bangsa sumbu pendek. Rata-rata, masyarakatnya percaya dengan
hasutan-hasutan dan segala bentuk provokasi. Seperti halnya waktu era Pilkada
DKI 2017 dulu. Warga gampang sekali terprovokasi dengan berbagai isu-isu yang
dimainkan dalam dunia politik.
Gak
sedikit benturan terjadi, salah satunya adalah benturan SARA. Sekarang aksi
provokasi juga berhasil merenggut nyawa. Seorang pria dibakar massa lantaran
dituding mencuri. Namun mau dikata apa, nasi sudah menjadi bubur.
Pria
tersebut pun akhirnya tewas mengenaskan. Kejadian ini terjadi di Bekasi. Kita
lihat betapa mudahnya kita diprovokasi. Sebagai orang yang berpendidikan dan
berkepala dingin, seharusnya kita bisa menolak apapun bentuk provokasi.
Provokasi membuat seseorang jadi mudah menghakimi dan lupa jika negara ini
masih memiliki hukum.
C.
Provokasi
Warisan Kolonial Belanda
Bicara
provokasi sebenarnya bukanlah hal yang baru lagi. Soalnya, di zaman penjajahan
Belanda teknik ini (adu domba= provokasi) kerap digunakan penjajah untuk
memecah belah kesatuan warga pribumi.
Bentuk
provokasi banyak sekali. Mulai dari ucapan-ucapan yang bernada hasutan, sampai
sekarang era digital yaitu penyebaran konten hoax yang berisikan kebencian.
Dan
memang karakter manusia yang ingin selalu dihargai eksistensinya oleh orang
lain di sekitarnya adalah faktor yang sangat berpengaruh terhadap naiknya emosi
atau amarah akibat lontaran kata-kata yang berbau provokatif. jadi intinya,
dari jaman dahulu hasutan atau provokasi ini sudah menjadi sebuah teknik yang
ampuh untuk memecah belah persatuan.">




Tidak ada komentar:
Posting Komentar